Tuesday, February 24, 2009

Semua Tak Sama

Semua Tak Sama
Words : Piyu
Music : Rindra, Fadly, Piyu

Dalam benakku lama tertanam
Sejuta bayangan dirimu
Redup terasa cahaya hati
Mengingat apa yang telah kau berikan

Waktu berjalan lambat mengiring
Dalam titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan
Dalam persimpangan masa silamku

*Coba tuk melawan getir yang terus kukecap
Meresap ke dalam relung sukmaku
Coba tuk singkirkan aroma nafas tubuhmu
Mengalir mengisi laju darahku

Reff.
Semua tak sama, tak pernah sama
Apa yang kusentuh, apa yang kukecup
Sehangat pelukmu, selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu

Apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan
Sgalanya luruh lemah tak bertumpu hanya bersandar pada dirimu
Ku tak bisa (sungguh) tak bisa
Mengganti dirimu dengan dirinya,

back to *, Reff

Comment:
Menarik juga lyric ini. Dulu teman2 di kuwait suka nyanyiin lagu ini.

Tuesday, February 3, 2009

Jangan tutup dirimu

Dari hati yang paling dalam
Terucap kata cinta untukmu
Yang telah lama ingin kukatakan
Sungguh takkan kuingkari

*
Hari demi hari telah terlewati
Tapi dirimu selalu dihatiku
Kau pujaanku kau bidadariku
Jangan tutup dirimu
Sebelum aku datang

**
Biarkan kumencoba menjadi milikmu
Jangan tutup dirimu
Salahkah diri ini yang mencintaimu
Jangan tutup dirimu

Tak banyak yang dapat kulakukan
Untuk membuktikan cintaku
Tapi kata hati yang tulus dan suci
Sungguh aku cinta kamu

Kembali ke
*
**

Sekali lagi
*
**

Dan memang ku akui setulus hatiku
Aku cinta padamu
Salahkah dirimu yang mencintaimu
Jangan tutup dirimu

Monday, February 2, 2009

jika teringat tentang dikau

jika teringat tentang dikau
jauh di mata dekat di hati
sempat terpikir tuk kembali
walau beda akan kujalani
tak ada niat untuk selamanya pergi

jika teringat tentang dikau
jauh di mata dekat di hati
apakah sama yang kurasa
ingin jumpa walau ada segan
tak ada niat untuk berpisah denganmu

* jika memang masih bisa mulutku berbicara
satu kata yang ingin terucap
kan kudengar caci dan puji dirimu padaku
kita masih muda dalam mencari keputusan
maafkan daku ingin kembali
seumpama ada jalan untuk kembali

jika teringat tentang dikau
jauh di mata dekat di hati
tak ada niat untuk selamanya pergi

jika teringat tentang dikau
jauh di mata dekat di hati
tak ada niat untuk berpisah denganmu

BUKAN PUJANGGA

*
Aku mungkin bukan pujangga
Aku mungkin tak selalu ada
kini diriku apa adanya

*

Mungkin aku bukan pujangga
yang pandai merangkai kata
Ku tak selalu kirimkan bunga
untuk menggapai hatimu

Mungkin aku takkan pernah
memberi intan permata
Mungkin aku tak selalu
ada di dekatmu

Kuingin kau tahu
isi di hatiku
Kutak akan lelah dengan hati ini
hingga dunia tak bermentari

**
Satu yang kuminta yakini dirimu
hati ini untukmu
Semua yang kulakukan untukmu
lebih dari semua
kata cinta untukmu
dirimu

*

Satu yang kupinta
yakini dirimu
Hati ini milikmu

Semua yang kulakukan semua
lebih dari semua kata cinta untukmu

JANJI

Rasa sesal datang lagi
Bila kau ungkit salahku yang dulu
semua yang kini kulakukan
masih datangkan rasa ragu di hatimu

*
Cinta yang kini kurasakan
Selalu ingin kuberikan semua kepadamu
Apa yang harus ku buat lagi
Tuk beri arti tulusnya cintaku kepadamu

Lupakan sudah masa lalu
Tak akan ada lagi di hati
Hanya Janji yang kuberikan
Kuingin Selalu Bersama dirimu
Percayalah

Back to
*
*

Sunday, February 1, 2009

Tak bisa pindah ke lain hati

Bulan merah jambu, luruh di kotamu
Kuayun sendiri, langkah-langkah sepi
Menikmati angin, menabuh daun-daun
Mencari gambaranmu, di waktu lalu

* Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa, merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Begitu lelah sudah, kuharus menepi
Biduk t'lah ditambatkan berlabuh di pantaimu...

*
Sungguh kuakui, tak bisa ke lain hati
Sungguh ku akui, tak bisa ke lain hati

Mengingatmu mengenangmu
Menggapai paras wajahmu, sendiri ..., oh...

Terpurukku Di Sini

Setetes embun di daun, lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah, terserap musnah
Begitu pun hatiku, diayun bimbang jawabmu
Terhempas dan hampa ... tak terkira

Mentari tersaput mega, enggan bersinar
Menusuk angin ke raga, jiwa gemetar
Terpuruk ku di sini, dipeluk bimbang sikapmu
Membeku dan sara ... tak terkira

Adalah kau tuangkan cinta
ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara
Tatkala hangat mulai membuai jiwa ...

Terhempas bimbang sikapmu
Terpuruk ku di sini
Dipelukan bimbang jawabmu
Membeku dan sara ... tak terkira ...

Adalah kau tuangkan cinta
Ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara
Tatkala hangat mulai membuai jiwa ... .

Terhempas bimbang sikapmu
Menggigil palung hati, dipelukan bimbang jawabmu
Terpuruk ku di sini, dihempas bimbang sikapmu
Membeku dan sara ... tak terkira ...

Sejak aku mengenali dirimu

Perasaan aku selalu terganggu
Ada kala timbul rasa curiga
Ada kala cemburu menyertai
Namun aku setia penuh sabar

Dari hari ke hari
Aku terus merindui
Seakan kita rasakan
Betapa hatiku resah
Hendak melepaskan

Seumur hidup aku ini yang pertama

Seumur hidup aku ini yang pertama
pintu hatiku diketuk seorang wanita
dialah ciri selama ini kucari...
ayu wajahnya, setia dan sederhana

Walaupun aku disini dan dia disana
jarang sekali berjumpa semenjak kita berpisah
namun rinduku semakin menggebu
bunga cintaku semakin merekah

reff*):
Sungguh...
ku merasa resah melepas dirimu sendiri disana
namun ku...
slalu berdoa semoga bersama

Disana hanyalah menanti(kutetap menanti)
sampai kapanpun tiada pasti...

Bertanya kabar melalui cinta
jarang sekali bertemu muka
namun kutahu engkau setia...

Disana kau tetap menunggu(kau tetap menunggu)
kehadiranku disisimu...

Kasih kau setia terhadap aku
sanggup menunggu kata putusku
sayang ketabahanmu menawanku

back to reff*)

Aku terima suratnya ringkas tulisannya
dia sedia undur diri dan memaafkanku
katanya... anggap ini suatu mimpi
yg datang sekedar... untuk menguji